sepantasnya kau berjalan, kesisiku tanpa menegurku, kan ku sapamu sediamnya, menghormatimu seperti aku, menerima hukum alam, maka kemarilah kesisiku, irama yg bermain, tak mampu ku lepaskan, ku biarkan is berlegar, sebelum lenyap dan hilang, dan laungan ku itu adalah nafas bagai api, leburkanlah mimpiku, dudukilah singgahku, yg kau lepaskan, dialah yg menantimu, ketentuan yg ditentukan.